Ulasan Dragon Ball Z Kakarot: Eksekusi Ekstensif Tapi Kurang Dewasa

0
23

Bagi sebagian gamer yang juga penggemar Dragon Ball, Dragon Ball Z Kakarot memberikan angin segar karena menawarkan gameplay baru yaitu dengan gaya RPG aksi. Selain itu seperti yang kita ketahui, game-game Dragon Ball Z yang dirilis selama ini tidak mengusung cerita orisinal yang lengkap dari awal hingga akhir. Nah, Bandai Namco dan CyberConnect 2, sebagai pengembang dan penerbit, ingin mencoba memberikan penghargaan kepada penggemar Dragon Ball Z & # 39; permintaan dengan merilis Kakarot ini.

Dragon Ball Z Kakarot

Awalnya game ini bernama Dragon Ball Z Project Z. Kemudian, beberapa bulan setelah dikembangkan, pihak developer mengganti namanya menjadi Dragon Ball Z Kakarot. Berbeda dengan seri sebelumnya yang mengedepankan sisi pertarungan, game ini mencoba bereksperimen dengan menciptakan lingkungan bebas berkeliaran. Game terbaru dari franchise anime paling terkenal sepanjang masa ini dirilis di PlayStation 4, Xbox One, serta PC. Namun, apakah game ini memuaskan dari segi gameplay? Pada kesempatan kali ini, tim redaksi Game Buddy akan membahas game ini lebih lengkap. Ingin tahu? Ikuti kami sampai akhir.

Gameplay Dragon Ball Z Kakarot

Yang kita ketahui selama ini secara umum bahwa game Dragon Ball yang kita kenal selama ini hadir dengan genre fighting walaupun ada beberapa yang memiliki genre lain. Sekitar satu dekade yang lalu, Bandai Namco (sebelumnya hanya Bandai), merilis game Dragon Ball Z dengan genre selain pertarungan, yaitu Dragon Ball Z Sagas. Namun, hasilnya cukup mengecewakan bagi fans. Kemudian di konsol PlayStation 2, Dragon Ball Z kembali seperti genre sebelumnya. 2 generasi berikutnya berlalu, Dragon Ball Z masih dirilis. Bandai dan developer yang bekerja sama merilis game unik Dragon Ball Z yang mencoba menggabungkan pertarungan dengan gaya petualangan semi aksi, yaitu Dragon Ball Xenoverse. Serial tersebut juga dinilai sukses dan Dragon Ball Z dirilis kembali dengan genre fighting namun dengan animasi 2D, Dragon Ball FighterZ. Game ini juga melanjutkan kesuksesan Dragon Ball Xenoverse.

Dragon Ball Z Kakarot

Setelah sukses dengan kedua seri tersebut, Bandai mendatangkan developer bernama CyberConnect 2 yang dikenal sebagai developer yang mengembangkan game anime terkenal untuk mengerjakan proyek baru bernama Dragon Ball Z Project Z yang akhirnya berganti nama menjadi Dragon Ball Z Kakarot. Berbeda dengan game sebelumnya, game ini mengusung genre RPG action dengan map yang super lebar. Di sini, Anda dapat menikmati kota serta padang rumput, tebing, dan tempat lain dengan leluasa. Mungkin karena maraknya game dengan fitur free roam, akhirnya seri ini menganut konsep tersebut.

Baca:  Review Need for Speed ​​Payback PC, Apakah Mengecewakan?

Dragon Ball Z Kakarot

Walaupun fitur inilah yang menjadi nilai jual dari game ini, namun kami sangat menyayangkan konsep free roam dalam game ini dari anime besutan Akira Toriyama terasa kurang matang. Kami merasakan banyak kehampaan saat kami berkeliling dunia Dragon Ball. Memang ada beberapa fitur unik seperti memancing dan misi sampingan layaknya game RPG pada umumnya. Namun, ini masih belum terbayar seberapa padatnya konsep free roam yang diusung game ini.

Untungnya, kekurangan ini dapat ditutup dengan pertarungan yang sangat cair dan menyenangkan. Gaya bertarung dalam game Dragon Ball Z yang sebelumnya dirilis di PS3 dan Xbox 360 tetap dipertahankan. Alih-alih menggunakan sudut pandang kamera side-scrolling, Game Dragon Ball Z kali ini mengambil perspektif orang ketiga. Selain itu, Anda dapat menggunakan karakter lain selain Goku. Tak hanya itu, karakter yang kamu mainkan bisa meningkatkan kemampuannya lewat level-up.

Grafik dan Alur Cerita

Hal lain yang sangat kami sukai dari game ini adalah grafik 3D yang fleksibel dan animasi yang luar biasa. CyberConnect 2 menawarkan grafik gaya berbayang sel untuk menggabungkan animasi 3D dengan gaya 2D untuk menekankan gaya kartunnya. Efek dari game ini cukup memuaskan. Jurus-jurus seperti Kamehameha, Big Bang Attack, atau Spirit Bomb terlihat sangat keren dan juga menunjukkan betapa brutalnya pertarungan yang ada di Dragon Ball Z. Selain itu, kamu juga akan melihat pakaian yang robek saat para petarung Dragon Ball ini bertarung mati-matian. musuh super kuat.

Lalu, hal lain yang menurut kami sesuai dengan ekspektasi kami adalah cerita hingga Buu Saga. Jika Anda sangat kecewa dengan game Dragon Ball Z Saga, game ini bisa menjadi salah satu tanggung jawab Bandai Namco selama ini. Anda akan menemukan karakter seperti Buu, Android, dan banyak karakter di Dragon Ball Z. Satu hal lagi yang mengganggu kami adalah percakapan yang terasa agak kaku.

Kesimpulan

Kami cukup puas dengan gameplay yang ditawarkan game ini, padahal konsep free roam tidak terlalu berguna. Mungkin CyberConnect 2 harus membuat konsep jelajah gratis ini menjadi hidup agar tidak terkesan kosong. Namun dibalik semua itu, pertarungan dalam game ini sangat memuaskan. Apalagi dengan efek bombastis dan gerakan yang luwes. Apakah game ini layak dimainkan? Buat kamu penggemar Dragon Ball Z, kenapa tidak?

Kiriman Ulasan Dragon Ball Z Kakarot: Eksekusi Ekstensif Tapi Kurang Matang muncul pertama kali di Game Teman.